Selasa, 08 Mei 2012

Yanna sahabatku

yg kedua lagi


Sepertinya baru kemaren badai itu datang ,
membabat bersih semua tawa,canda dan semangatku ,
merampas senyum dan bahagia,
hingga menyisihkan aku pada sudut yang begitu buruk,

Alhamdulillah..kini semua badai itu telah berlalu,
kembali tersenyum ceria karna pada dasarnya aku seorang yg ceria,
kenyataannya aku mampu mengobati diri sendiri..

petang itu,
aku termenung mengingat semua yang telah aku lakukan,
Ternyata aku temukan diriku begitu terpuruk
di ibaratkan dia menusukan satu duri dan aku menebarkan beribu duri ,
lalu, apakah aku menyesal?
iya ,aku pernah menyesal..
tapi sekarang tidak lagi, krn telah kusadari
apapun yang aku buat saat itu seperti di setir oleh sesuatu 
baiklah, aku tidak akan mengungkit itu lg, akan ku katakan bagaimana aku bisa lepas dr belenggu cinta dan kecewa yang hebat melanda.

Pertama,
yang pasti aku membodohkan diri kenapa aku percaya dg sesuatu yang belum nyata.

Kedua,
mencoba keluar dari imajinasi dengan mengatakan kalo orang yang bersangkutan tidak pernah ada.(lain kl sdh kopdar)

Ketiga,
aku menganggap orang yang bersangkutan tidak waras/gila (maaf) terlalu jujur tp anggapan inilah nyatanya aku bisa lepas dr semua belenggu cinta.

and now,,,  I say "badai pasti berlalu"

memory


Mengepas sayap kebebasan...
Melepas secuil luka penderitaan..
Buka mata menatap kedepan..
Meraih mimpi bersama harapan..

Mencoba meninggalkan beban..
Melepas cinta tanpa harapan...
Sendu yang membelenggu..
Memaksa ku tuk menyapu..

Hidup tak hanya diam,
Waktu terus berjalan...
Waktu terus berpacu..
Segenap kepastian telah menunggu...

Ku berlari melepas belenggu ini..
Bukan ku tak percaya cinta...
Tapi semua ku percaya..
Akan indah atas KehendakNya..

untukmu yg tak berhenti menginginkanku


aku melukis dirimu terlampau indah dalam imajiku, 
aku melukismu, dalam kebisuanku,
dan kesendirianku
dalam setiap damainya rangkaian kata darimu,


hingga waktu datang berbisik padamu,
kau tersentak tidak percaya
bahwa telah ku lakukan semua itu,

kau coba tuk menghapusnya,
tapi aku tau,
kau takkan pernah sanggup.

semua itu bukan salahmu,
karena semua hanya inginku,
biarkan saja diriku
bermain riang dalam imajiku,

berjalanlah terus kedepan,
tak perlu kau menoleh,
dan usahlah kau hiraukan aku,
walau benar ada rasa dalam hatimu,

tetapi,
jika segores rasa itu pernah menilas
berhentilah sejenak dan coba pahami
karena aku tidak mau 
jika harus membiarkanmu jalan dan
beriringan dengan ragu......



yg kedua lagi

kau tau cintaku,
aku tau cintamu,
kita tau cinta kita
selain yang di atas, hanya kita yang tau benar,


walau begitu, kau memilih jalanmu,
dan meninggalkan jalanku,
aku bendung tanpa dering
tapi kau robohkan karena tidak kau dengar


ingin menyalahkanmu,
mencaci dan mengumpat,
namun aku bukan penjahat
yang memanjat demi dirimu..

kenapa kau berhenti..
pergilah..,
jangan menoleh,
lupakan mawar berduri dan tak bermahkota ini,
biarkan dia dipetik oleh tangan yang pantas..

yakinlah bahwa aku mampu...



Senin, 07 Mei 2012

ini untuk kau yang kedua


tak terasa setahun telah berlalu
meski aku telah memaafkanmu
luka yang kau sayat masih berbekas juga

aku selalu mengingatmu
setiap langkahku ada bayanganmu
bayang-bayang keburukan yang perna kita lalui berdua
aku tidak tau apakah itu rindu
tapi aku rasa bukan